Menurut Kantor Berita ABNA, Seperti dilaporkan Koran Wall Street Journal, Donald Trump usai bertemu dengan Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah di Washington mengatakan, Kuwait dalam waktu dekat berpotensi akan menjadi bagian dari proses kompromi dengan Israel.
Sementara itu, Kedutaan Besar Kuwait di Amerika Serikat tidak menunjukkan respon atas sikap Trump tersebut.
Uni Emirat Arab dan Bahrain Selasa lalu di Gedung Putih secara resmi menandatangani perjanjian kompromi dengan Israel yang menuai respon keras dari sejumlah negara kawasan termasuk bangsa Palestina. (MF)
342/